Showing posts with label Tinggal di Brisbane. Show all posts
Showing posts with label Tinggal di Brisbane. Show all posts

Wednesday, July 11, 2012

Brisbane Lewat Photo

Memenuhi permintaan seorang sahabat yang ingin mengetahui seperti apa kota yang saya tinggali saat ini, berikut adalah beberapa foto yang saya jepret di seputar Brisbane.

DS Photography
Brisbane terlihat dari Mt Coot-Cha
 Kota Brisbane, ibukota negara bagian Queensland, merupakan kota terbesar ketiga di Australia. Kota ini juga terletak di sekitar lekukan sungai Brisbane yang panjangnya mencapai 24 Km hingga ke Moreton Bay.

DS Photography
Shrine of Remembrance untuk mengenang keikutsertaan Australia dan NZ dalam PD I & II

Sungai Brisbane yang membelah kota, juga dimanfaatkan sebagai jalur transportasi. Kota Brisbane menjalankan jaringan CityCat yang bisa dimanfaatkan warganya sebagai sarana transportasi dan sebagai sarana wisata bagi turis yang berkunjung ke kota ini.

DS Photography
Brisbane CityCat kebanggan kota Brisbane.
King George Square merupakan alun-alun utama kota yang juga merupakan tempat berdirinya City Hall di Adelaide street.

DS Photography
Brisbane City Hall



Dan di seberangnya di Albert Street berdiri Uniting Church yang dulu dikenal sebagai Methodist Church, gereja ini peletakan batu pertamanya sekitar tahun 1878.

DS Photography
Uniting Church Albert Street

Transportasi umum di Brisbane, selain CityCat juga terdiri dari kereta api yang melayani jalur dari pusat kota ke pinggiran kota, maupun ke kota-kota lainnya, bus yang memiliki jalur sendiri semacam busway di Jakarta, yang sangat nyaman, dengan frekuensi yang memadai.

Stasiun Bus dilengkapi mesin untuk membeli tiket dan sky walk dan lift bagi penumpang

Sementara bagi pecinta sepeda, sama halnya seperti kota Washington DC, disini terdapat stasiun sepeda yang bisa disewa untuk berkeliling kota.

DS Photography
Berkeliling kota bisa dengan bersepeda

 

DS Photography
Beberapa pemukiman di bagian utara Sungai Brisbane.


Brisbane memanfaatkan daerah pinggiran sungainya sedemikian rupa bagi pemukiman maupun arena rekreasi.

Area Taman di seputar Cultural Center, CBD terletak di seberang sungai
Bagi penyuka olahraga panjat tebing, terdapat arena panjat tebing tak jauh dari Cultural Center, masih di tepian sungai yang sama.

DS Photography
Arena Panjat Tebing di Kanggoro Point
Tak jauh dari lokasi ini, terdapat pusat makanan dan pasar yang menjual berbagai macam barang-barang dari assesoris, pakaian, hingga bermacam pernak pernik. Dan di salah satu sudut terdapat taman yang merupakan tempat berlangsungnya konser musik gratis mingguan.

CBD Brisbane terlihat dari Story Bridge

Brisbane memiliki iklim sub tropis lembab (http://en.wikipedia.or/wiki/Humid_subtropical_climate), dimana pada musim dingin cuaca tidak turun terlalu ekstrim dan sejauh ini pada siang hari berkisar antara 18-26 C sementara pada musim panas diatas 22C.

Iklim yang sedikit mirip dengan trops ini tampaknya mempengaruhi gaya rumah tradisional Queensland yang sedikit mirip dengan rumah-rumah tradisional di Indonesia. (http://en.wikipedia.org/wiki/Queenslander_%28architecture%29).

Rumah-rumah bergaya arsitektur Queensland, terbuat dari kayu dan berlantai tinggi. Lantai bawah biasanya digunakan sebagai garasi dan fungsi rumah sebenarnya terletak dilantai dua. Terus terang, saya jadi bertanya-tanya, apa dulu fungsi lantai bawah ini mirip dengan rumah tradisional di Indonesia, dimana lantai bawah digunakan sebagai kandang hewan peliaraan :)

DS Photography
Rumah bergaya Queensland





DS Photography
Rumah kayu ala Queensland
Sekilas, rumah-rumah ini sangat mirip denga vila-vila jaman Belanda yang sering kita jumpai di Indonesia, seperti di Bukit Tinggi maupun Brastagi.

Selain itu, terdapat juga apartemen maupun condominium dalam skala besar terutama di sekitar CBD dan dengan skala yang lebih kecil di wilayah perumahan.

DS Photography


Brisbane memiliki topografi yang cenderung berbukit-bukit, terutama diluar CBD, sehingga jika kita berkendara, jalanan sering menanjak naik turun.

DS Photography
Suasana jalan di wilayah pemukiman.

DS Photography
Perbukitan terlihat di kejauhan


Di sela-sela wilayah pemukiman, terdapat taman-taman, maupun jogging track yang bisa digunakan warga untuk sekedar duduk-duduk melepas kejenuhan, berolahraga maupun sebagai tempat bermain anak-anak.

DS Photography
Taman bermain bagi anak-anak

Jogging track di alur sungai kecil (Creek) di Kedron

Jika ingin berbelanja, terdapat beberapa mall yang bisa dikunjungi, tetapi kompleks perbelanjaan yang terdapat di Queen Street menurut pengamatan saya, tetap mengesankan dengan bangunan-bangunan tua yang terdapat di tempat tersebut. Terlebih lagi, jika kaki terasa penat, kita bisa santai sejenak memperhatikan orang yang lalu lalang, menikmati es krim maupun sekedar duduk dan mendengarkan pemusik yang kerap bermain di Queen Street Mall.

DS Photography
Queen Street Mall, Brisbane












































Tuesday, May 29, 2012

Mencari Banana House-2 (finish)

Akhirnya setelah melalui proses pencarian yang mendebarkan termasuk menyetir di jalur bus dan masuk stasiun, Banana  House ditemukan juga.

Tak ada yang terlalu istimewa di tempat ini kecuali jaraknya yang cukup dekat ke kota, berada di lingkungan yang jauh dari kebisingan/ party zone dan interiornya yang rapi tetapi sangat mungil. Tapi setidaknya kali ini ada balkoni :)

Ya, balkoni sudah lama menjadi bahan candaan di tempat lama di Rockville. Tinggal di lantai 7 tanpa balkoni terasa menyesakkan. Dan lebih parah karena itu adalah lantai teratas maka pada musim panas akan terasa sangat panas dan musim dingin tentunya lebih dingin.

Banana home yang sekarang terletak di kompleks kecil tiga lantai, dan seperti kebanyakan rumah/ apartemen di Brisbane yang konon dicintai oleh banjir, maka lantai dasar biasanya merupakan garasi atau gudang. Praktis yang ditinggali lantai dua ke atas.

Pindah ke tempat baru cukup gampang disini. Ada lembaga yang membantu kita mengaktifkan sambungan listrik, air, telephone dan internet sehingga ketika kita masuk ke tempat baru semuanya sudah tersambung. Usahakan memberi jeda waktu 2 minggu untuk urusan tersebut sehingga lembaga tadi yang bernama "On The Move" bisa mengakomodir permintaan kita.

Terus terang urusan internetlah yang paling ribet saat pindah kemarin. Di tempat penampungan sementara, kami membeli layanan Jimojo untuk dua bulan penuh, tetapi jarang sekali bisa tersambung dan ketika di sampaikan keluhan mereka sama sekali tidak menanggapinya, juga mereka diam saja ketika diminta mengembalikan uang yang telah dibayarkan karena servis yang buruk tersebut. Terus terang ini cukup mengagetkan, sepertinya hak konsumen tidak dihargai sama sekali.

Dan akses internet di tempat baru cukup lama, berhubung penghuni sebelumnya tidak memiliki sambungan telepon, sehingga sambungan baru harus dibuat sebelum bisa tersambung, disini lagi-lagi terasa layanan mereka kurang memuaskan, dan tampaknya sistim review di internet belum dipraktekkan secara luas disini. Sistim review online sangat bermanfaat bagi konsumen sekaligus menjadi alat pemberi masukan yang baik bagi perusahaan dalam memperbaiki layanan mereka.

Pada hari yang sedikit cerah, kira-kira beginilah pemandangan dari Banana home.



Ya, pemandangan disini tak banyak bedanya dari Indonesia, beberapa tanaman terlihat familiar, demikian juga dengan unggas yang beterbangan, bedanya disini, terasa lebih hijau dan burung-burung bebas bernyanyi dan beterbangan serta membuat keributan :)

Kembali ke Banana Home, semoga tempat ini membuat kami betah menjalani hari-hari ke depan.